Sabtu, 27 Desember 2014

bagamana menyewa Jasa fotografer



Jasa fotografer .... Foto udara atau yang biasa dikenal sebagai aerial photography adalah teknik pengambilan foto yang prosesnya dilakukan dari udara. Artinya, foto akan tampak dari atas dengan daya tangkap yang tentu saja berbeda jauh dengan foto yang diambil dari darat. Biasanya foto semacam ini digunakan untuk keperluan pemetaan, atau untuk bahan informasi atau data, seperti foto suatu situs atau lokasi. Karena dibutuhkan alat-alat khusus serta orang-orang yang berpengalaman dan mengerti teknik-teknik khusus pengambilan foto dari udara ini, maka biasanya tidak sembarang orang bisa menghasilkan foto udara. Biasanya dibutuhkan jasa foto udara profesional yang mengerti betul cara-cara mengoperasikan alat-alat pengambil gambar, serta mengerti teknik pengambilan gambar dari udara.

 Bagi yang tertarik dengan foto semacam ini, tidak ada salahnya belajar sedikit-sedikit terlebih dahulu, Selain memperkaya wawasan dan menambah pengalaman, teknik foto semacam ini juga mampu memperkaya kemampuan Anda dalam mengambil foto. Jangan kenakan pakaian dengan detail penuh Karena ukurannya yang kecil, dengan size rata-rata 3 x 4 cm, detail-detail yang rumit seperti: garis-garis vertikal atau horizontal yang rapat, alur-alur ornamental, dan sejenisnya; malah akan tidak terlihat jelas. Sebaliknya detail tersebut malah akan tampak menumpuk seperti noda, dan berakibat memberikan efek pada tampilan keseluruhan, khususnya pada pakaian yang dikenakan. Tentu saja dengan catatan, yang tidak membutuhkan banyak peralatan dan biaya karena disini Anda baru hanya mencoba-coba saja. Salah satu lokasi yang bisa menjadi pilihan adalah dari dalam pesawat terbang tatkala Anda sedang berada dalam penerbangan.

 Pilih tempat duduk yang berada tepat di samping kaca, sehingga Anda bisa leluasa mengambil foto ketika pesawat sedang berada di ketinggian. Pilih Kamera yang Tepat Sebenarnya pilihan kamera yang digunakan sepenuhnya bergantung dari Anda. Namun tentunya untuk menghasilkan foto dengan kualitas baik perlu menggunakan kamera dengan kualitas baik pula. Kamera handphone mungkin bisa digunakan, namun tentu hasilnya tidak akan setajam dan sebaik kamera SLR. Pemilihan lensa pada kamera SLR juga akan mempengaruhi hasil jepretan Anda. Gunakan kamera dengan rentang tele yang lebar, misalnya di kisaran 18-135. Ini akan membantu ketika Anda perlu melakukan zoom pada objek tertentu, atau untuk mengambil gambar dengan angle lebar. Minimalisir Pantulan Mengambil foto dari jendela pesawat, khususnya ketika matahari masih bersinar tentu akan menimbulkan pantulan. Untuk itu perlu diperhatikan angle dan posisi yang digunakan pada saat pengambilan gambar sehingga efek pantulan bisa diminimalisir. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mendekatkan ujung lensa pada kaca jendela pesawat, kemudian tutupi ujung lensa dengan tangan untuk mengurangi rembesan cahaya.

 Perhatikan juga agar ujung lensa tidak menempel langsung pada kaca karena posisi pesawat yang sedang terbang dalam keadaan mesin aktif akan menimbulkan efek bergetar yang mempengaruhi hasil foto. Hindari Penggunaan Flash Aturan dasar yang harus dipenuhi ketika mengambil gambar dari dalam pesawat adalah menghindari penggunaan lampu flash. Fitur ini harus dimatikan karena dipastikan cahaya akan memantul karena bertabrakan dengan kaca jendela pesawat. Hal ini tentu saja akan mengaburkan semua hasil jepretan Anda. Manfatkan saja pencahayaan alami ketika memotret dari dalam pesawat, seperti pada siang atau sore hari. Pada malam hari, mungkin Anda bisa fokus pada foto penampakan lampu-lampu kota dari atas udara.  Eksplorasi Kreativitas Anda Yang tidak bisa ditinggalkan, tentu saja kreativitas Anda dalam menentukan objek yang menarik untuk diambil. Saat terbang di udara, Anda harus mampu jeli memilih objek mengingat ada keterbatasan objek yang bisa di foto dari udara ketika pesawat sedang terbang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar