Kamis, 01 Januari 2015

foto udara terbagus




foto udara .... KREATIVITAS PADA FOTOGRAFI Dalam proses berkaya seni fotografi atau proses visualisasi karya adalah menghidupkan dan meluluskan jiwa di dalam karya foto. Sebagaimana halnya dengan artis seni rupa yang lain, fotografer hidup menggunakan otak serta hatinya yaitu seluruh tindakan yang dilakukan, terutama di proses pengambilan obyek, ia bakal mengetahui hasilyang bakal diperoleh sehingga melaksanakan tindakan-tindakan yang bernilai untuk mendukung ide serta gagasannya. Pada dasarnya masalah fotografi adalah masalah yang cukup kompleks karena menyangkut berbagai macam bagian, diantaranya: Kamera, perangkat atau alat pendokumentasian dari yang paling sederhana sampai di dalam yang bertekologi canggih. Kamera adalah alat untuk merekam gambar di dalam permukaan film. Sebagai alat perekam optis, kamera bisa merekam apa yang terlihat oleh lensa. Seorang fotografer dituntut bisa menguasai memahami peralatan yang dipergunakan, mencapai berbatas pada karakteristik serta tingkat kemampuannya. Kamera mempunyai komponen bermacam-macam yang akan menentukan hasil bidikan seorang fotografer. Alat kontrol penting di dalam kamera: fokus, kecepatan rana (shutter), serta diafragma karena dibanding alat kontral inilah, hasil satu foto ditentukan. Pencahayaan merupakan unsur dibanding dasar fotografi. Tanpa pencahayaan yang optimal, suatu foto tidak dapat menjadi satu karya yang cantik. Pengetahuan mengenai pencahayaan mutlak mesti diketahui oleh seorang fotografer.

 Cara mempelajari penguasaan pencahayaan adalah dengan melatih mata untuk lebih reseptif terhadap cahaya yang muncul. Penempatan subyek utama di gambar sangat penting untuk mendapatkan komposisi yang cantik. Komposisi siap digolongkan kedalam kurang lebih bentuk, yaitu komposisi grafik, dimana unsur-unsur garis siap mendirikan kotak-kotak, bulatan, gatra aspek tiga serta lain-lain. Ada komposisi tradisional mempunyai watak yang klasik, komposisi Bali seperti di dalam lukusan-lukisan Bali. Komposisi modern adalah penampilan yang aneka ragam ingin tahu, mencoba sesuatu yang belum pernah ditampilkan, keluar dibanding aturan yang konvensional dan beda sebagainya. 16 Patung dan monumen siap ditempatkan di pusat gambar, akan tetapi pada umumnya komposisi yang lebih memikat dihasilkan kalau subyek yang utama ditempatkan tidak di pusat gambar. Kamar Gelap, adalah tempat akhir untuk proses fotografi. Kamar gelap dapat dilakukan trick atau manipulasi dari hasil pendokumentasian seorang fotografer, sehingga hasil fotonya bakal berbeda dengan obyek yang sebenarnya. Didalam kamar gelap inilah proses pencetakan/ montase, distorsi dengan jalan pengaturan posisi kertas dilakukan. Aspek pesan menjadi sebuah kepandaian baru yang beda menarik serta estetik bagi orang-orang lain yang menikmatinya. Seorang fotografer mesti dapat mengkomunikasikan pesan atau kepandaian batinnya yang estetis melalui hasil bidikan kame-ranya kepada orang-orang beda.

 Bagian presentasi memegang andil di penataan komponen subyek artinya penguasaan komposisi serta unsur disain mesti difahami benar oleh fotografer, sehingga dapat ditampilkan dengan baik. Pemanfaatan filter. Filter adalah suatu orde optis pembantu yang biasanya dipasang di depan lensa serta dapat memodifikasi gambar asli di ketika pemotretan. Kurang lebih jenis filter siap me ngubah warna-warni atau bayanagn, sedangkan yang lainnya siap menciptakan efek fisik pertama pada bidang di dalam bidang gambarnya. Namun, satu filter dapat juga berupa suatu media tembus pandang atau memantul, seperti sebuah cermin renta atau suatu penggalan kaca dari wadah duli rorok. Pemanfaatan filter atau saringan sinar mempunyai maksud yang berbeda-beda Pendokumentasian Gerak siap diabadikan dengan menggunakan lampu kilat atau rana dengan kecepatan tinggi. Namun efek bergerak tidak hanya terbit karana sebuah gambar tampil dengan tajam. Ada, kalanya, gambar yang ringan yang akan anda tampilkan harus terlihat blur untuk menyampaikan kesan gerak. Ada teknik blurring, teknik panning shot, teknik freezing serta teknik zooming. Panning di More Joy of Photography adalah “Moving a camera to photograph a moving object while keeping the image of the object in the same relative position in the viewfinder”. Kreativitas fotografi sebagai pengarah model.

 Salah satu kiat mendapatkan hasil pemotretan yang baik seperti yang dikehendaki orang yang dipotret adalah adanya kerja sama antara fotografer dengan orang yang dipotret. Kerja sama yang dimaksud adalah dalam hal pemberian informasi. Orang yang dipotret wajib memberitahu maksud serta tujuan diadakannya pendokumentasian biar fotografer mengetahui tugas yang dibebankan kepadanya. Sebaliknya, pemotret berhak mengarahkan orang-orang yang bakal dipotret. Dengan kerja sama demikian, diharapkan diperoleh hasil pemotretan sempurna, seperti yang dikehendaski kedua pihak. 18 Di melakukan pendokumentasian, salah satu hal yang harus dilakukan fotografer adalah menyasarkan gaya orang yang dipotret. Apakah model dan posisi tubuh seseorang sudah baik serta menunjang komposisi gambar atau perlu diubah. Dibanding beberapa aspek diatas merupakan sebagai contoh yang mesti disikapi oleh fotografer yang profesional, dengan tidak membedakan jenis atau fungsi fotografi di dalam umumnya. Seorang fotografer tidak hanya bisa mengo-perasionalkan alat saja, akan tetapi dia adalah seorang pencipta gambar yang menarik serta mengandung nilai estetik yang dapat memuaskan orang-orang lain yang melihatnya. Dengan menggunakan madia nur pengalaman baru/sesuatu yang baru akan siap diekspresikan serta dinikmati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar