Sabtu, 10 Januari 2015

studio foto jakarta paling keren




studio foto jakarta .... Penginderaan Jauh adalah ilmu dan seni untuk memperoleh informasi mengenai obyek, wilayah, atau gejala dengan jalan menganalisis keterangan yang diperoleh dengan menggunakan alat tanpa kontak langsung terhadap obyek, wilayah, atau gejala yang dikaji (Lillesand and Kiefer, 1979). Sedang menurut Lindgren, Penginderaan jauh ialah berbagai teknik yang dikembangkan untuk perolehan dan penjabaran informasi tentang tanah. Informasi ini khusus maujud radiasi elektromagnetik yang dipantulkan atau dipancarkan dibanding permukaan tanah. Penginderaan jauh ialah aktivitas penyadapan informasi tentang obyek atau gejala di permukaan tanah (atau permukaan bumi) tanpa dengan perantara nabi kontak langsung. Karena tanpa kontak langsung, diperlukan media supaya obyrk atau gejala tersebut siap diamati serta ‘didekati’ oleh si penafsir. Media tersebut berupa rekaan (image atau gambar). Ide adalah gambaran rekaman suatu obyek (biasanya berupa gambaran di dalam foto) yang dibuahkan dengan cara optik, elektro-optik, optik mekanik, atau elektronik. Di dalam umumnya ia dipakai apabila radiasi elektromagnetik yang dipancarkan atau dipantulkan dibanding suatu obyek tidak langsung direkam di dalam film. Pengenalan pola spektral obyek siap menjadi pemandu yang sangat bermanfaat di upaya mengenali obyek di dalam citra. Secara garis besar siap di katakan bahwa air jernih condong memberikan pantulan yang lebih rendah dibanding pada air keruh pada semua wilayah berjarak gelombang. Vegetasi melepaskan pantulan yang sangat rendah di dalam spectrum biru, meningkat agak tinggi di dalam spektrum hijau (oleh karena itu daun terlihat hijau di mata manusia), menurun lagi di spectrum merah (karena serapan kuat oleh pigmen daun), serta meningkat sangat tajam di spectrum Inframerah dekat, sebagai hukuman dari pantulan oleh ruang antar sel di dalam jaringan spongi daun. Vegetasi kembali memberikan pantulan yang rendah pada saluran inframerah tengah I serta inframerah II karena pengaruh kandungan lengas (kelembaban) yang tinggi. Tanah bertekstur relatif kasar (pasiran) ataupun relatif lembab melepaskan pantulan yang condong meningkat dibanding sprektrum biru ke inframerah dekat, kemudian sedikit turun di dalam spectrum inframerah tengah I serta II karena pengaruh serapan oleh lengas tanah. Tanah bertekstur relatif halus ataupun yang berona cerah di lapangan dan sangat tipis cenderung melepaskan pantulan yang tinggi pada semua spectra. Dedaunan yang kering akan melepaskan pantulan yang terus meningkat seiring dengan meningkatnya berjarak gelombang. Meskipun demikian gejala tersebut cenderung ideal di dalam laboraturium, sedangkan kombinasi berbagai faktor di lapangan kadang-kadang mengaburkan pola teoritis semacam tersebut. Interpretasi rekaan merupakan suatu kegiatan untuk menentukan bentuk dan sifat obyek yang terlihat pada rekaan, berikut deskripsinya. interpretasi citra serta fotogrametri berhubungan erat, meskipun keduanya tidak sama. Bedanya, fotogrametri berkepentingan dengan geometri obyek, sedangkan interpretasi rekaan berurusan dengan manfaat, penggunaan, asal-usul, ataupun identitas obyek yang bersangkutan (Glossary of the Mapping Science, 1994). Masing-masing tipe bebatuan, patahan di muka tanah atau pengaruh-pengaruh gerakan kerak tanah serta erosi serta pergeseran-pergeseran muka tanah menunjukkan perjalanan proses hingga membangun muka bumi seperti saat tersebut. Eksplorasi sumber minyak dimulai dengan pencarian karakteristik di dalam permukaan bumi yang menggambarkan tempat deposit. Pemetaan kondisi permukaan tanah diawali dengan pemetaan lazim (reconnaissance), serta apabila ada indikasi tersimpannya mineral, dimulailah pemetaan detil. Kedua pemetaan ini membutuhkan kerja validasi lapangan, bakal akan tetapi kerja pemetaan tersebut sering lebih mudah jika dibantu foto udara atau citra satelit. Setelah proses pemetaan, kerja eksplorasi lebih intensif di dalam metode-metode geofisika, terutama seismik, yang siap memetakan konstruksi kaki gunung permukaan bumi secara tiga dimensi untuk menemukan tempat deposit secara tepat. Kemudian dilakukan uji pengeboran. Di dalam saat pemetaan lazim inilah rekaan foto udara hasil penginderaan jauh siap dianalisis lebih lanjut agar dapat memperoleh interpretasi struktur geologi berupa lipatan atau patahan yang kemungkinan siap menjadi jebakan minyak tanah pada wilayah onshore.

 Interpretasi citra dapat dilakukan secara manual atau visual, serta dapat pula secara digital. Interpretasi citra secara visual sering di sebut dengan interpretasi fotografik, walaupun citra yang di gunakan bukan rekaan foto, melainkan rekaan non foto yang sudah tercetak (hard copy). Sebutan interpretasi fotografik sering di berikan di dalam Interpretasi visual rekaan non foto, karena banyak produk tercetak rekaan non foto di masa lalu (bahkan mencapai berbatas sekarang) di wujudkan dalam bentuk film ataupun rekaan tercetak di bagi kertas foto, dengan proses reproduksi fotografik. Hal ini dapat dilakukan karena proses pencetakan oleh komputer pengolahan rekaan non foto dilakukan dengan printer khusus yang disebut film writer, serta hasil cetakanya menyerupai slide (diapositif) berukuran besar (lebih kurang hingga ukuran karto). Perumpamaan Interpretasi fotografik juga diberikan pada bermacam-macam kegiatan interpretasi visual citra-citra non foto, karena prinsip-prinsip interpretasi yang digunakan tidak jauh berbeda dibanding prinsip-prinsip interpretasi foto udara. Foto udara mempunyai beberapa keunggulan apabila dibandingkan dengan kurang lebih jenis citra beda, terutama di hal reolusi spasial serta kemampua pengamatan secara streokopis. Resolusi spasial foto udara secara seerhana siap dihitung berdasarkan rumus 1/40000 penyebut skala. Oleh karena itu kalau ada foto udara asli berukuran 1: 30. 000 (skala yang telah dirancang sebelum pemotretan dilakukan, sehingga sudah memperhitungkan jenis film yang sesuai), oleh sebab itu resolusi spasialnya adalah 1/40000 30. 000 = 0, 75 Meter. Foto udara berwarna, cantik yang di peroleh di dalam spektrum pankromatik maupun yang diperoleh di dalam spektrum inframerah dekat, mempunyai keunggulan dalam hal penyajian warnanya, sehingga obyek yang satu dengan obyek yang lain siap dibedakan secara mudah pada pandangan mula-mula. Meskipun demikian biaya pengadaan serta pemrosesan foto udara berwarna relatif lebih mahal dibanding pada biaya untuk foto udara hitam bersih. Oleh sebab itu ketersediaan foto udara di Indonesia lebih banyak yang berupa foto udara hitam bersih di bandingkan foto udara berwarna. Secara lebih khusus, foto udara pankromatik hitam bersih pada bermacam-macam skala lebih mudah dijumpai dari di dalam foto udara inframerah hitam bersih. Pengenalan kenampakan relief permukaan tanah atau fisiografi ialah landasan penting di kajian- kajian yang terkait dengan sumberdaya lahan. Pengamatan mengenai bagian fisiografi menempati posisi yang penting di kajian- kajian geografi fisik (hidrologi, geomorfologi), geologi serta pertanian (tanah). Meskipun demikian observasi secara langsung di lapangan tidak selalu menghasilkan deskripsi yang akurat mengenai relief medan yang dihadapi, karena terbatasnya jarak pandang manusia. Pengenalan kenampakan fisiografi kadang-kadang lebih efektif apabila dilakukan dengan bantuan rekaan pengindraan jauh, karena citra mampu menampilkan tatanan keruangan (spatial arrangement) fenomena relief dengan lebih utuh serta kontekstual, artinya ada keterkaitan dengan fenomena lainya. Salah satu jenis rekaan yang sangat efektif dalam menyajikan kenampakan fisiografi adalah foto udara, karena dapat diamati secara stereoskopis. Kenampakan fisiografi yang tergambar di dalam foto udara tidak selalu tepat menyajikan kenyataan di lapangan. Kekasaran relief yang tampak di dalam foto juga dipengaruhi oleh tingkat perbesaran vertikal (vertical exaggeration).

 Perbesaran vertikal terkait erat dengan rasio antara pedoman udara (B) serta tinggi terbang (H), atau sering dinyatakan dengan base-height ratio. Semakin besar base-height ratio, semakin besar pula perbesaran vertikalnya, serta kenampakan relief yang tidak terlalu kasar bakal menjadi semakin kasar, lereng-lereng menjadi semakin curam, serta lembah-lembah menjadi semakin di. Hal tersebut sangat membantu di observasi relief mikro suatu area, namun siap pula menyesatkan apabila hasilnya dijadikan pedoman pemodelan untuk kajian lingkungan, misalnya pendugaan besarnya erosi atau kehilangan tanah. Keunggulan rekaan multispektral dibandingkan rekaan spektrum tunggal (dan lebar) ialah adanya pembedaan obyek (penutup lahan) secara lebih cantik, karena variasi pantulan di dalam satu spektrum yang relatif sempit siap di presentasikan. Sebagai contoh, di dalam citra pankomatik yang perekamannya dilakukan di julat yang lebar, (sekitar 0, 5-0, 73 µm), kecerahan air merupakan rata-rata tingkat pantulan pada kurang lebih spektra yang lebih sempit (0, 5-0, 6; 0, 6-0, 7 µm), yang sebenarnya cukup tidak sama satu sama lainya. Dengan demikian, kecerahan tersebut dapat menyerupai pantulan jenis-jenis tanah tertentu. Keunggulan beda dari rekaan multispektral ialah dimungkinkanya pembentukan rekaan komposit, dimana tiga saluran-saluran spektra (bands) masukan diberi warna merah, hijau serta biru, untuk membentuk satu rekaan tunggal yang bewarna. Satu citra komposit tersebut sudah mampu menyajikan variabilitas spektral seluruh saluran penyusunnya. Masalahnya kemudian, rekaan komposit dapat dikelolah secara standar atau tidak standar. Komposit standar menggunakan tiga saluran masukan, yaitu inframerah dekat, merah, serta hijau, dengan urutan pewarnaan merah, hijau serta biru (RGB-red, green, blue-dan urutan tersebut sering tidak disebutkan secara eksplisit). Komposit tidak standar siap (a) mengubah urutan ini sesukanya-misalnya merah, inframerah dekat dan hijau dengan pewarnaa RGB, (b) menggunakan saluran- saluran lain-misalnya biru, inframerah dekat, dan merah dengan pewarnaan RGB, (c) menggunakan gabunan saluran terlebih dahulu (misalnya indeks vegetasi) serta setelah itu pertama dikompositkan. Kerena rekaan komposit dapat dikelolah secara tak standar, oleh sebab itu tanpa informasi dibanding sipembuat atau penctak rekaan tentag komposisi saluran penyusun rekaan komposit ini, seorang pnafsir siap terkecoh dan mengacau melakukan interpretasi. Pekerjaan pemetaan dengan bantuan foto udara rongak sekali dilakukan di wilayah yang sempit, yang hanya diliput oleh satu atau dua lembar foto, mengingat bahwa keunggulan rekaan pengindraan jauh (termasuk foto udara) justru terletak di dalam kemampuan menyajikan synoptic overview, yaitu tinjauan secara menyeluruh namun singkat untuk daerah yang relatif luas. Berdasar pada synoptic overview tersebut, siap dipilih sampel-sampel lapangan sehingga kerja lapangan untuk pengujian/pengecekan juga pengumpulan informasi yang tidak dapat dilakukan secara langsung dengan perantara nabi citra dapat dilakukan secara efisien dibanding sisi biaya, waktu, serta tenaga, juga efektif dibanding sisi hasil yang diberikan. Karena daerah yang dikaji biasanya terliput oleh kurang lebih lembar foto (bahkan kadang-kadang mencapai berbatas lebih dari seratus lembar foto) oleh sebab itu di perlukan metode yang sistematis untuk memperoleh gambaran lazim wilayah, interpretasi setiap perangkat foto, juga pemindahan hasil interpretasi ke peta dasar. Metode tersebut meliputi: Penyusunan mozaik sementara/tentatif, berupa mozaik tak- terkontrol, sehingga dihasilkan tatanan foto yang menyampaikan gambaran menyeluruh mengenai wilayah kajian. Pemberian tanda batas wilayah kajian di dalam peta dasar/peta topografi serasi dengan batas liputan foto, beserta dengan pemindahan posisi setiap pusat foto ke peta dasar ini. Zonasi area ke dalam satuan - satuan pemetaan beserta klasifikasinya (misalnya penutup/penggunaan lahan) secara garis besar dengan perantara nabi diskusi tim/kelompok, berdasar pada kenampakan yang ada di dalam mozaik tentatif ini.

 Klasifikasi seluruh foto ke seluruh anggota tim, yang diikuti dengan persiapan berupa penentuan area efektif (effective area) untuk interpretasi juga menandai titik-titik pusat foto dan pusat pindahnya. Interpretasi setiap perangkat foto udara dengan mengacu ke zonasi yang telah ditetapkan berdasar pada diskusi kelompok di dalam langkah (3). Pemindahan detail/rincian hasil interpretasi ke peta dasar dengan perantara nabi penyesuaian skala. Penyajian peta secara kartografis. Penyusunan mozaik sementara dilakukan dengan menyusun seluruh foto udara area kajian, dengan memperhatikan urutan tisu terbang serta nomor foto. Di dalam wilayah yang relatif datar dan kondisi penerbangan yang normal yaitu sedikit variasi tinggi terbang, sedikitnya crabbing (terbang terseret angin) dan sebagainya, foto-foto ini biasanya mempunyai skala yang relatif sama. Foto-foto ‘normal’ semacam tersebut akan mempunyai side lap serta end lap yang cukup sehingga siap mendukung pengamatan secara stereoskopis. Mozaik semacam tersebut merupakan mozaik tak terkontrol, karena foto hanya dikelolah berdasarkan urutan tisu terbang serta nomor pendokumentasian, juga menumpang tindihkan kenampakan yang sama di dalam foto-foto yang bertampalan. Guna menyusun mozaik tak terkontrol tersebut sekedar untuk memperoleh gambaran lazim wilayah yang dikaji. Uji interpretasi dilakukan pada hasil interpretasi rekaan pra- lapangan. Kegiatn lapangan bertujuan untuk menguji atau mengumpamakan hasil interpretasi pra-lapangan dengan kondisi sebenarnya di lapangan. Apakah ada yang mengalami perubahan atau ada kesalahan di menginterpretasi rekaan. Kegiatan lapangan ialah pembuktian hasil interpretasi (check field) serta pemutakhiran keterangan (data up dating). Pembuktian hasil interpretasi/check field dilakukan dengan membandingkan hasil interpretasi pra-lapangan dengan hasil interpretasi lapangan. Pembuktian tidak dilakukan terhadap semua obyek, akan tetapi hanya sebagian obyek yang siap mewakili fenomena obyek ini. Misalnya obyek gedung dengan atap berbentuk kotak, makam, pabrik, serta lain-lain. Hasil interpretasi tergantung dibanding metode sampling yang digunakan. Hasil interpretasi merupakan hasil check field setelah dilakukan uji ketelitian interpretasi. Pemutakhiran keterangan (data up dating) adalah penyesuaian obyek yang terekam pada rekaan dengan obyek yang ada di lapangan. Misalnya perubahan lahan kosong menjadi pemukiman/lahan terbangun. Sebelum melakukan kegiatan lapangan, praktikan terlebih dahulu harus mengetahui tempat yang bakal diamati. Tempat tersebut ditentukan dengan klasifikasi sift foto udara. Praktikan bakal mendapatkan lokasi yang berbeda-beda. Setelah mengetahui tempat, praktikan mengukuhkan obyek-obyek apa saja yang bakal diamati. Obyek-obyek yang terekam di dalam foto udara disesuaikan dengan keadaan lapangan di dalam saat itu. Uji ketelitian sangat penting untuk dilaksanakan. Ketelitian keterangan hasil interpretasi sangat penting untuk diketahui sebelum dilakukan analisa terhadap keterangan tersebut. Salah satu cara yang digunakan untuk uji ketelitian di analisis digital keterangan penginderaan jauh adalah dengan menggunakan komputer, cara lain yang siap pula digunakan di dalam analisis manual atau visual keterangan penginderaan jauh yaitu dengan mengubah pixel menjadi grid/petak-petak bujur sangkar menjadi luas bagi masing-masing kelas hasil interpretasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar